20
May
09

Kalau Pak RT Pindah Rumah

Karena merasa rumah yang kami tempati sudah tidak layak huni, suami saya mengajak kami pindah. Tidak jauh-jauh, hanya di gang lain. Rumah yang kami tempati sekarang ini memang sudah amburadul deh. Buku-buku menggunung, yang rasanya sayang untuk dibuang, membuat pemandangan sungguh tidak sedap. Kalau malam, gigitan nyamuk sudah tidak terasa lagi karena kulit kami sudah terlalu kebal …. Apalagi bangunan rumah kami memang jadi error setelah suami saya coba-coba jadi arsitek :)

Pokoknya, ada 1001 alasan untuk pindah rumah, deh. Apalagi memang ada rumah penampungan buat kami.

Masalahnya, kami akan berpindah RT, sementara di rumah lama, suami saya adalah Ketua RT.  Tentu dwooong saya bersorak seandainya memang suami saya harus meletakkan jabatan (kayak apaan aja). Sayangnya, tidak seorang pun bersedia menggantikan. Mereka bilang, tidak apa-apa pindah rumah, yang penting gentengnya masih kelihatan. He he …

Jadilah kami pindah rumah, dan tetap menjadi pengurus di RT lama. Saya pun tetap dengan pekerjaan menyebalkan yang tidak bisa ditinggalkan itu: mengurus arisan.  

Nah, di tempat baru, kami pun bergabung dengan kelompok RT baru. Berkaca dari pengalaman di RT lama, saya berusaha menjadi anggota yang baik. Datang ke arisan dan ke acara semacam akikah.  Untuk pertama kalinya saya merasa: menjadi warga lebih nyaman daripada jadi pengurus RT.


4 Responses to “Kalau Pak RT Pindah Rumah”


  1. 1 aziz
    May 29, 2009 at 6:07 pm

    nanti di RT yang baru sepertinya Pak RT akan dicalonkan lagi jadi ketua RT, saya pasti mendukung BU ERTE :-)

  2. 3 aziz
    May 31, 2009 at 6:41 am

    tergantung tim suksesnya Bu :-)

  3. May 31, 2009 at 8:35 am

    Saya mau jadi tim sukses!


Leave a Reply




Categories

Archives

Blog Stats

  • 232 hits

Top Posts

  • None